Data Keluaran Sgp – Pengaruh Pendemi Virus COVID-19 Terhadap Togel Data Sgp – Pandemi Virus COVID-19 telah memutar balik berbagai segi kehidupan. Banyak sektor ekonomi yang lumpuh, seperti kuliner, pariwisata, dll. Ternyata, pandemi COVID-19 tidak hanya menjadi bencana bagi para pekerja yang terpaksa dipulangkan akibat krisis ekonomi, tetapi juga menjadi bencana bagi agen togel online dan para pecandu judi.

Banyak sekali pertandingan olahraga yang terpaksa harus diundur atau dibatalkan akibat pandemi COVID-19. Tentu saja hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran virus karena pertandingan olahraga melibatkan ribuan orang yang berkerumun dalam satu tempat. Para penjudi yang biasa melakukan taruhan pertandingan olahraga tentu terkena dampaknya.

Selain itu, rasa bosan akibat self quarantine dan social distancing ternyata bisa sangat merugikan bagi para penjudi yang sedang dalam perawatan untuk berhenti berjudi. Tampaknya banyak para pecandu yang tergiur data sgp dan untuk terjun ke dunia perjudian lagi setelah melihat iklan-iklan judi togel online.

Pengaruh Pendemi Virus COVID-19 Terhadap Togel Data Sgp

Tidak dapat dipungkiri bahwa iklan-iklan judi yang tersebat di berbagai website dan sosial media sangat teramat banyak. Tentu hal ini akan sangat menggiurkan bagi para pecandu yang sedang berdiam diri di rumah. Pandemi COVID-19 telah menghambat berbagai aktivitas yang biasa mereka lakukan untuk menggantikan perjudian. Mereka yang biasa keluar rumah mencari udara segara dan melakukan berbagai aktivitas, kini harus diam di rumah dan tidak boleh pergi ke mana-mana. Para pecandu yang memiliki akses internet akan dengan sangat mudah menemukan perjudian online yang menggiurkan.

Industri judi online memiliki kemampuan untuk memikat dan membuat perangkap bagi para pecandu yang melihatnya. Iklan-iklan online ini bisa berdampak lebih buruk di masa pandemi ini. Banyak orang merasa bosan dengan karantina mandiri, berbagai pertandingan olahraga di televisi pun sudah dibatalkan atau mungkin ditunda, sehingga para pecandu mencari alternatif lain untuk refreshing. Mereka dapat terpikat dengan iklan judi online dan mulai terjun ke dalamnya. Mereka akan mulai bertaruh, kembali masuk ke lubang yang sama dan akhirnya kehilangan harta mereka.

Pecandu Mendapat Alasan Baru Untuk Mencari Modal Berjudi.

Pandemi COVID-19 telah merenggut pekerjaan banyak orang. Krisis pun terjadi di mana-mana sehingga orang tidak segan untuk meminjam uang demi melanjutkan hidup. Para pecandu judi yang kekurangan uang/modal untuk judi dapat memanfaatkan kondisi ini. Mereka tidak akan segan untuk meminjam uang dengan menjadikan pandemi sebagai alasan. Mereka akan mengatakan bahwa mereka dipecat dari pekerjaan atau bisnisnya sedang terpuruk sehingga mereka membutuhkan uang. Padahal, uang pinjaman tersebut hanya digunakan untuk memenuhi hasrat mereka dalam berjudi. Mereka tidak sanggup menahan godaan ketika mereka dalam kondisi bosan dan ada banyak iklan online yang muncul di sosial media mereka atau di situs web yang sedang mereka kunjungi.

Itulah alasan mengapa iklan-iklan judi seharusnya segera di hapus dari semua platform. Jika tidak, para pecandu yang semula sudah memiliki motivasi untuk berhenti berjudi dan sudah mulai berjuang melawan kecanduannya akan sangat mungkin kembali ke dunia perjudian hanya dengan satu iklan saja.

Para Penjudi yang Kambuh Berjudi di Masa Pandemi COVID-19

Berikut adalah beberapa kisah dan kesaksian dari para pecandu judi yang sedang berjuang melawan kecanduan judi namun pada akhirnya kembali berjudi akibat pandemi COVID-19 :

  • Katie (nama samaran) dari Cardiff

“Saya kambuh setelah 500 hari hidup tanpa berjudi. Hal ini terjadi setelah pembatasan sosial akibat Virus COVID-19 diberlakukan. Saya melihat sebuah iklan lalu saya memutuskan untuk melihat-lihat lotre. Saya tergiur dan pada akhirnya saya menyetor uang ke sana. Perjuangan saya untuk berhenti judi menjadi sia-sia. Saya mulai bermain dan saya menghabiskan banyak uang.

Saya sempat beberapa kali beruntung namun sekarang saya ada pada titik rendah. Saya sudah tidak punya uang lagi untuk membayar tagihan-tagihan saya dan memenuhi kebutuhan saya. Saya mendapat pesan melalui email dari perusahaan judi yang sudah lama tidak saya gunakan. Iklan dari mereka sangat sulit untuk ditolak.”

  • Nick Phillips (nama samaran)

Nick telah menderita kecanduan judi selama 20 tahun lamanya. Namun setelah berjuang untuk berhenti, ia pun berhasil bebas dari judi sekitar dua tahun penuh.  

Setelah masa pandemi, karena banyak tempat judi yang tidak dapat diakses, maka orang-orang pun mulai beralih ke perjudian online seperti slot dan roulette kasino. Para penjudi dengan mudah tergiur untuk kembali berjudi karena iklan online jauh lebih memikat daripada taruhan pertandingan olahraga atau judi-judi lainnya.

Nick Phillips yang sekarang adalah perwakilan advokasi Gamvisory dan anggota Gamblers Anonymous Swansea, mengatakan bahwa kesehatan mental yang buruk akan berdampak pada risiko perjudian kompulsif.

Nick mengatakan bahwa larangan iklan sebaiknya diperluas untuk berbagai iklan yang dikirimkan pada orang-orang melalui pesan teks, email atau dari berbagai sosial media yang dapat diakses dengan mudah oleh para pecandu judi.

Akibat masalah ini, pemerintah Inggris mempublikasikan 10 janji yang mereka buat bagi para anggotanya. Hal ini berisikan pesan-pesan peringatan tentang perjudian, alternatif aktivitas di masa pandemi dan akses untuk GAMCARE serta National Gambling Helpline. Kepala Eksekutif Komisi Perjudian yang bertanggung jawab untuk mengatur perjudian di Inggris, memperingatkan para operator anggota parlemen untuk tidak mengeksploitasi krisis yang terjadi saat ini. Survei YouGov menunjukkan bahwa para pecandu judi yang tidak pernah berjudi sama sekali dalam satu tahun terakhir akan berisiko untuk kembali berjudi dalam masa pandemi ini.

Leave a comment