berlinqq – Kita sudah tidak asing lagi dengan istilah judi. Apalagi, di zaman modern yang serba teknologi ini muncul perjudian online. Lalu, bagaimana hukum judi online menurut islam? Dalam islam judi online termasuk ‘maisir’ atau yang maknanya untung-untungan. Dan, hal tersebut hukumnya haram. Adakah dalil yang menjelaskan hukum dan larangan berjudi (online ataupun secara langsung)? Berikut adalah ulasan lengkapnya. 

Dalil yang menyandingkan judi dengan khamr, al-azlam, dan juga al-anshab

Dalam surat Al Maidah ayat 90, Allah telah memaparkan bahwa qimar ataupun judi itu digandengkan dengan khamr, al-azlam, dan juga al-anshab. Ketiga perkara ini keharamannya sudah tidak lagi diragukan. Itulah sebabnya ayat ini dijadikan sebagai dalil yang menjelaskan haramnya berjudi. 

Kita sudah mengetahui bahwa Khamr (Al-khamru) merupakan jenis minuman yang mana saat seseorang meneguknya, maka dia akan merasa mabuk akibat minuman tersebut, bahkan akalnya seolah hilang entah itu sebagian maupun seluruh akal atau kesadarannya. Dan itu mengakibat orang tersebut akan beraktifitas dan juga berbicara sesuka tanpa didasari akal dan pikiran yang sehat. Bahkan bisa juga menjerumuskannya ke lembah yang lebih suram seperti zina, bisa juga melakukan pembunuhan, pembakaran, atau juga tanpa sadar mengucap talak kepada sang istri (jika pemabuk adalah pria). Itulah mengapa syariat islam sangat mengharamkannya.

Lalu, al-anshab pun haram untuk dilakukan. Perkara ini merupakan sebuah sarana yang menggiring pelaku untuk menyekutui allah, yakni menyembah berhala.

Apabila sesuatu (termasuk judi online) disamakan dengan khamr, al-azlam, dan juga al-anshab, hukumnya jelas sangatlah haram dan termasuk dosa besar.

Dalil yang menjelaskan bahwa judi adalah salah satu amalan setan

Masih dalam surat Al-Maidah, ayat 90 dari surat tersebut pun menjelaskan bahwa judi, khamr, al-azlam, dan juga al-anshab merupakan perbuatan atau amalan setan. Segala perkara yang termasuk perbuatan setan itu diharamkan. Karena setan pada dasarnya hanya bertujuan untuk menggiring manusia ke jalan yang sesat dan penuh dosa. 

Dalil yang menegaskan untuk berhenti berjudi

Dalil yang dimaksud di sini sebenarnya lanjutan dari dalil pertama yang dijelaskan sebelumnya, yakni tepatnya pada surat Al-Maidah ayat 91. Allah menegaskan untuk segera menghentikan perjudian. 

Dalil ini sudah cukup jelas menjadi pedoman bahwa judi berlinqq itu memang haram hukumnya. Di ayat inilah kita diperintahkan untuk berhenti berjudi. Kata Al-intiha yang bermakna berhenti di ayat tersebut juga bermakna bahwa kita harus benar-benar meninggalkan judi dan bahkan bertaubat. 

Ini adalah dalil yang dengan sangat  jelas yang menunjukkan secara tegas keharaman judi. Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk berhenti dari perjudian. Al intiha (berhenti) maknanya mencakup meninggalkan sekaligus bertaubat darinya. Oleh karena itu, ketika ayat ini turun, para sahabat pun berkata:

Arti dalam ayat tersebut memang gaya bahasanya seolah sedang bertanya (“kenapa kalian tak berhenti?”), namun rupanya firman tersebut sebenarnya bermaksud meminta atau menyuruh kita semua untuk berhenti. Maksudnya, sampai kapan kita akan terus bergulat dengan perjudian dan akan berhenti darinya? Apakah akan melakukannya sepanjang masa? Sudah saatnya kita berhenti dari perbuatan haram tersebut. 

Dalil yang menjelaskan bahwa akan ada permusuhan akibat judi

Dalam surat Al-Maidah ayat 91 pun allah menjelaskan bahwa saat kita berjudi dan minum khamr, setan akan merasuk kita sehingga timbullah kebencian dan permusuhan di antara kita sesama manusia. Artinya, setan sangatlah bersemangat dalam menciptakan permusuhan yang menyebabkan manusia terpecah belah. 

Dalam ayat tersebut terdapat kata Al-‘adawah yang artinya pemutusan (muqatha’ah). Artinya, judi akan mengakibatkan hubungan kita yang seiman akan putus. Saling putusnya persahabtan, timbulnya kebencian, bahkan juga saling memboikot. Hubungan saudara pun akan putus, saling mencela, saling menjauhi, bahkan tidak segan untuk saling merusak kehormatan sesama saudara seperti tuduhan akan hal buruk yang tidak benar adanya. Ini semua tipu daya setan yang timbul akibat judi dan juga khamr. 

Dalil yang menjelaskan judi mengandung banyak kerugian daripada manfaat

Memang Sudah fitrah manusia untuk mencintai harta. Karena itulah, banyak manusia yang melakukan segala cara untuk mendapatkan harta, tidak peduli apakah cara yang digunakan itu haram ataukah halal. Salah satu cara yang menjadi favorit manusia yang memang pada dasarnya pemalas adalah melakukan judi. Mereka menganggap akan ada keuntungan yang luar biasa fantastis jika keberuntungan ada di pihak mereka dan itu pun tanpa perlu membuang tenaga untuk bekerja. Memang ada manfaat dari perjudian, namun keburukan dari perjudian itu lebih besar bahkan sangatlah besar. 

Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 219 menjelaskan bahwa dalam judi dan khamr ada dosa yang sangat besar juga manfaat, namun dosa dua perkara tersebut mengalahkan manfaatnya. Artinya, lebih besar dosanya daripada manfaatnya. Ya, Allah pun tidak memungkiri akan adanya manfaat judi. Contohnya, kemenangan dan keberuntungan yang diterima salah satu pihak yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Tapi, manfaat tersebut tidak bisa menandingi kerusakan dan keburukan perjudian yang mana bisa saja memecah belah manusia bahkan menghancurkan agama si penjudi kapanpun. Sebab itulah, Allah sangat mengharamkan dan melarang kita untuk berjudi. 

Itulah beberapa dalil yang menegaskan bahwa kita harus menjauhi judi. Dan, dapat disimpulkan bahwa hukum judi online menurut islam adalah haram.

Leave a comment